Perbedaan OKR dengan KPI
Ada beberapa alat atau cara dalam mengukur sebera efektif kinerja perusahaa, diantaranya adalah dengan menggunakan KPI (Key Performance Indicator) dan OKR (Objectives & Key Results). Ini adalah perbedaan mendasar diantara keduanya, jika KPI hanya mengukur kinerja perorangan, OKR mampu mengukur kinerja secara organisasi dalam mencapai tujuannya.
Objective a & Key Result sudah digunakan oleh mayoritas perusahaan besar di dunia, seperti Google, LinkedIn, Twitter, Spotify, dan masih banyak lagi.

Apa itu OKR?
OKR terdiri dari Objectives dan Key Results. Objectives adalah hal yang ingin dicapai yang dijelaskan secara kualitatif. Objectives dibuat dengan singkat, mudah diingat, dan dapat menjadi sebuah motivasi untuk semua anggota tim.
Key Results adalah parameter yang menjadi tolak ukur dalam mencapai Objectives. Sebuah Objectives dapat terdiri dari beberapa Key Results yang spesifik, realistis, dapat diukur, dan dibatasi oleh tenggat waktu. Key result harusnya bersifat kuantitatif agar tidak menghadirkan kerancuan dan persepsi-persepsi yang subjektif ketika dilakukan monitoring dan evaluasi.
Agar OKR benar-benar berdampak pada perusahaan, dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen perusahaan mulai dari pimpinan hingga staff. Key Result yang ditujukan untuk pimpinan akan diturunkan menjadi Objective level jabatan di bawahnya, sehingga apa yang dilakukan mulai dari staff hingga pimpinan menjadi sinkron dan terarah.
3 Langkah Cara Membuat OKR
- Menentukan objective perusahaan, misalnya: Membawa perusahaan menjadi nomor 1 untuk skala nasional.
- Setelah menentukan objective, kita menentukan key result yang harus dicapai. Dalam satu objective tadi dapat dijabarkan menjadi beberapa key result, misalnya:
- Omzet perusahaan dalam 1 tahun adalah 10 milyar
- Masuk dalam halaman 1 pada mesin pencarian Google untuk kata kunci yang diinginkan
- Membuka kantor cabang di 5 kota besar Indonesia, yaitu Denpasar, Jogya, Medan, Makasar, dan Bandung
- Dari key result perusahaan di atas, dapat dijabarkan menjadi key result untuk masing-masing departemen. Misalnya agar berhasil berada pada halaman 1 mesin pencarian Google maka ada yang harus dicapai oleh departemen digital marketing, yaitu:
- Memposting 3 artikel dalam 1 minggu untuk mendukung SEO pada kata kunci yang diinginkan
- Menghadirkan traffic ke website minimal 100 pengunjung setiap hari
Anda ingin tau lebih banyak tentang SEO? Baca artikel ini: 7 cara melakukan teknis SEO yang benar.
Anda ingin membuat website yang menarik dan melakukan optimasi SEO agar website Anda berada pada halaman 1 Google? Kunjungi websitenya BIIS Corp, jasa pembuatan website.
Monitoring dan Evaluasi
Setelah menetapkan Objective dan Key Result seperti di atas, yang tidak kalah penting adalah melakukan monitoring dan evaluasi sesuai waktu yang telah ditentukan, misalnya dalam 1 minggu sekali atau 1 bulan sekali. Harapannya adalah kita dapat mengetahui secara dini jika ada yang tidak berjalan dengan baik, atau tidak mendatangkan hasil sesuai harapan. Dengan evaluasi kita dapat menentukan strategi selanjutnya sehingga objective perusahaan dapat tercapai.
